• Kamis, 1 Desember 2022

Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia, Gedung Putih Kibarkan Bendera Setengah Tiang

- Jumat, 9 September 2022 | 09:54 WIB
Ratu Elizabeth II. (Gambar: Getty)
Ratu Elizabeth II. (Gambar: Getty)

TUDEOIN.COM - Para pemimpin negara di seluruh dunia menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Ratu Elizabeth II pada 8 September waktu setempat, berusia 96 tahun. Presiden Biden memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang di Gedung Putih. Dirinya dan ibu negara Jill Biden mengunjungi Kedutaan Besar Inggris di Washington DC untuk memberi penghormatan kepada Ratu Elizabeth II. "Kami berduka untuk Anda semua. Dia adalah wanita yang luar biasa. Kami senang bertemu dengannya," kata Presiden Joe Biden kepada staf Kedutaan Besar Inggris setelah dia dan ibu negara menandatangani buku belasungkawa Ratu. Presiden Rusia Vladimir Putin juga menyampaikan belasungkawa kepada Raja Inggris Charles III setelah kematian Ratu Elizabeth II. Presiden Putin berharap raja Inggris yang baru "berani dan tangguh" setelah kematian Ratu, menurut AFP. " Peristiwa paling penting dalam sejarah Inggris Raya baru-baru ini terkait erat dengan nama Ratu. Selama beberapa dekade, Ratu Elizabeth II telah mendapatkan cinta dan rasa hormat dari orang-orang, serta publik. prestise di panggung internasional ," kata Putin, menurut pernyataan Kremlin. Dalam sebuah pernyataan di Twitter, Walikota Paris Anne Hidalgo mengatakan lampu di Menara Eiffel akan dimatikan pada malam 8 September (waktu setempat) untuk mengenang Ratu Elizabeth II. Istana Kepresidenan Prancis telah menyatakan belasungkawa atas kematian Ratu Elizabeth II, dan berterima kasih atas perannya dalam sejarah modern dan hubungan Prancis-Inggris. "Dia memiliki tempat khusus di Prancis dan tempat khusus di hati orang-orang Prancis," kata Istana lysée dalam sebuah pernyataan. Di Brasil, Presiden Jair Bolsonaro mengumumkan tiga hari berkabung nasional untuk Ratu Elizabeth II. Presiden Bolsonaro mengatakan langkah itu "untuk menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Ratu." Dibagikan melalui halama Twitter. Bolsonaro menggambarkan Ratu Elizabeth II sebagai "ratu tidak hanya untuk Inggris, tetapi untuk semua kepala". “ Dia adalah wanita yang luar biasa. Teladan kepemimpinan, kerendahan hati, dan kecintaannya pada negara akan terus menginspirasi kita dan dunia selamanya, " tambah Bolsonaro, AFP melaporkan. Sementara itu, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyampaikan simpati dan belasungkawa yang terdalam atas meninggalnya Ratu Elizabeth II. Albanese memuji "umur panjang yang didedikasikan untuk tugas, keluarga Ratu". Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres mengatakan: “Saya sangat sedih dengan meninggalnya Yang Mulia Ratu Elizabeth II, Ratu Kerajaan Inggris Raya dan Irlandia Utara. Belasungkawa tulus saya kepada Keluarga Kerajaan, Pemerintah dan orang-orang dari Kerajaan Inggris Raya dan Irlandia Utara, serta Persemakmuran Bangsa-Bangsa." Bapak António Guterres mengatakan bahwa "Ratu Elizabeth II adalah teman baik Perserikatan Bangsa-Bangsa", dan menyatakan terima kasih kepada Ratu atas dedikasinya yang abadi dan seumur hidup untuk melayani rakyat Inggris. "Dunia akan selamanya mengingat dedikasi dan kepemimpinannya," kata Guterres. Di Twitter, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan belasungkawa kepada seluruh Inggris. "Kami sangat sedih mengetahui kematian Ratu Elizabeth II. Atas nama rakyat Ukraina, kami menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga kerajaan, seluruh Inggris dan Persemakmuran atas kehilangan mereka. Tidak dapat mengimbangi ini," kata Tuan Zelensky. Paus Fransiskus berduka atas meninggalnya Ratu Elizabeth II, dan mengirimkan harapan terbaiknya kepada Raja Charles III.

Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia

Ratu Inggris telah menderita masalah kesehatan sejak Oktober 2021, memaksanya untuk menghabiskan malam di rumah sakit. Sejak saat itu, dia mengalami kesulitan berjalan, sehingga dia tidak sering menghadiri acara seperti sebelumnya. Ratu Elizabeth II menjadi kepala Kerajaan Inggris pada 6 Februari 1952, setelah ayahnya Raja George VI meninggal pada hari yang sama. Upacara penobatan diadakan pada bulan Juni 1953, lebih dari setahun setelah kematian Raja George VI. Memerintah selama 70 tahun berturut-turut, Ratu Elizabeth II adalah orang terlama dalam sejarah Inggris.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Ghana Umumkan Kebijakan Baru, Beli Minyak Pakai Emas

Senin, 28 November 2022 | 23:39 WIB

China Memimpin Industri Litium Global

Minggu, 27 November 2022 | 21:29 WIB

Seekor Kucing Ditemukan Dalam Koper di Bandara AS

Kamis, 24 November 2022 | 19:12 WIB

Toyota Luncurkan Prius Hybrid Versi Terbaru

Minggu, 20 November 2022 | 19:45 WIB

Jadwal Piala Dunia 2022 , Catat Jadwalnya

Kamis, 27 Oktober 2022 | 10:02 WIB

9 Fakta Piala Dunia Qatar 2022, Wajib Kalian Ketahui

Kamis, 27 Oktober 2022 | 09:11 WIB

Watch Leaked Chandigarh University Viral Video MMS

Senin, 19 September 2022 | 10:26 WIB
X