Turki Mengumumkan Berkabung Nasional Selama Tujuh Hari Untuk Mengenang Korban Gempa

- Rabu, 8 Februari 2023 | 23:05 WIB
Recep Tayyip Erdogan umumkan berkabung setelah bencana gempa  (Reuters )
Recep Tayyip Erdogan umumkan berkabung setelah bencana gempa (Reuters )

TUDEPOIN.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menyatakan tujuh hari berkabung nasional untuk mengenang para korban gempa yang terjadi pada tanggal 6 Februari.

Dan juga Presiden Erdogan mengumumkan untuk menurunkan bendera setengah tiang di seluruh negeri dan kantor kedutaan di luar negeri hingga malam tanggal 12 Februari.

Selain itu, mengumumkan keadaan darurat selama tiga bulan di 10 provinsi yang terkena dampak gempa.

Baca Juga: Girlgroup NewJeans Banyak Mencapai Prestasi Yang Mengesankan dan Terus Mengukir Sejarah Baru

Erdogan mengatakan 45 negara sekarang telah menawarkan bantuan Turki dalam penyelamatan dan pencarian orang hilang akibat gempa.

Setidaknya 2.316 orang tewas dalam gempa bumi di provinsi tenggara Kahramanmaras pada 6 Februari, Badan Tanggap Darurat dan Bencana Turki (AFAD) mengumumkan ada lebih dari 13.000 orang yang terluka setelah gempa bumi di Turki.

Sementara itu, menurut angka dari pemerintah Suriah, sedikitnya 1.444 orang tewas dan sekitar 3.500 orang di negara itu terluka setelah gempa.

Baca Juga: Gempa Dahsyat Guncang Turki dan Suriah, Berbagai Negara Kirim Misi Penyelamatan

Menurut AFAD, itu adalah gempa paling mematikan di negara itu sejak gempa berkekuatan serupa pada tahun 1999 menghancurkan daerah padat penduduk di Laut Marmara dekat Istanbul, mengalahkan lebih dari 17.000 orang.

Ini adalah gempa bumi terbesar yang tercatat oleh US Geological Survey (USGS) di seluruh dunia sejak gempa di Atlantik Selatan pada Agustus 2021.

USGS mengatakan gempa terjadi sekitar pukul 04:17 waktu setempat yang terjadi pada tanggal 6 Februari, dengan pusat gempa di kedalaman 17,9 km di provinsi Gaziantep.

Baca Juga: NewJeans Naik ke Posisi Baru Dengan Lagu 'OMG' di Billboard Hot 100

Menurut Badan Tanggap Bencana Turki (AFAD), gempa tersebut berkekuatan 7,4 skala Richter, USGS juga mendeteksi gempa berkekuatan 6,7 yang terjadi sekitar 15 menit kemudian di dekat lokasi pertama.

Korban tewas bisa terus melonjak, dengan banyak yang masih terperangkap di bawah reruntuhan. Cuaca dingin dan basah di daerah tersebut menghambat upaya penyelamatan.

Halaman:

Editor: Fanny Aryani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Negara dengan Polusi Udara Tertinggi di Dunia

Rabu, 15 Maret 2023 | 10:25 WIB

California Umumkan Keadaan Darurat di 21 Titik

Jumat, 10 Maret 2023 | 08:19 WIB

Presiden Meksiko Unggah Foto Mahluk Mitologis Suku Maya

Selasa, 28 Februari 2023 | 09:48 WIB

Spanyol Temukan Kasus Penyakit Sapi Gila

Minggu, 12 Februari 2023 | 10:29 WIB
X