Pengertian Hukum Wajib, Sunnah, Makruh, Mubah dan Haram Dalam Agama Islam

- Kamis, 15 Desember 2022 | 19:03 WIB
Ilustrasi, Pengertian Hukum Wajib, Sunnah, Makruh, Mubah dan Haram Dalam Agama Islam (Freepix/KamranAydinov)
Ilustrasi, Pengertian Hukum Wajib, Sunnah, Makruh, Mubah dan Haram Dalam Agama Islam (Freepix/KamranAydinov)

TUDEPOIN.COM - Dalam agama Islam terdapat lima hukum yaitu Wajib, Sunnah, Makruh, Mubah dan Haram, yang harus kita patuhi agar dapat memahami dan memudahkan kita dalam melakukan suatu hal dikehidupan sehari-hari.

Ke lima hukum tersebut didasari pada Al-Qur'an, Hadist, dan juga kesepakatan para Alim Ulama. Seperti Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Iman Asy-Syafi`i dan Imam Ahmad Bin Hanbal, rahimahumullah.

Dengan menggunakan lima dasar hukum Islam ini, agama menjadi lebih mudah untuk dimengerti. Berikut penjelasan lengkap mengenai istilah hukum Wajib, Sunnah, Makruh, Mubah dan Haram.

1. Hukum Wajib

Arti Wajib ialah suatu perbuatan yang apabila kita kerjakan akan mendapat pahala. Dan sebaliknya, apabila kita tinggalkan maka akan mendapatkan dosa. Kata lain dari istilah hukum wajib ialah fardhu, yang mana fardhu tersebut terbagi kepada dua. Yakni, fardhu 'ain dan fardhu kifayah.

Baca Juga: Makna Dan Filosofi Dibalik Sebuah Warna Yang Harus Diketahui

Fardhu 'ain merupakan fardhu yang wajib dikerjakan oleh tiap-tiap umat Islam. Contohnya ialah shalat lima waktu, shalat jum'at, puasa dan lain-lain.

Sedangkan fardhu kifayah ialah ketetapan yang wajib dikerjakan oleh sebagian umat Muslim, maka Muslim lainnya akan terlepas dari kewajiban tersebut. Namun apabila tidak ada yang mengerjakannya sama sekali, maka semuanya akan mendapat dosa. Contohnya shalat atas jenazah.

2. Hukum Sunnah

Pengertian hukum Sunnah ialah mendapatkan pahala bila kita mengerjakannya dan tidak berdosa jika kita meninggalkannya. Hukum sunnah terbagi kepada dua, yaitu sunnah mu'akkad dan sunnah ghairu mu'akkad.

Baca Juga: Sering Banjir di Gedebage, Pemkot Bandung Resmikan Kolam Retensi Rancabolang

Sunnah mu'akkad merupakan sunnah yang sangat-sangat dianjurkan bagi kita untuk mengerjakannya, seperti shalat dhuha, shalat tarawih, shalat dua hari raya, dan puasa dibulan arafah.

Sedangkan sunnah ghairu mu'akkad ialah hukum sunnah-sunnah yang biasa, contohnya seperti shalat sunnah dan memberi salam kepada orang lain.

3. Hukum Makruh

Makruh adalah hukum yang apabila kita tinggalkan mendapat pahala dan tidak berdosa apabila kita mengerjakannya. Namun hanya saja, suatu hal yang makruh itu dibenci oleh Allah Swt. Contohnya seperti mendahulukan yang kiri atas kanan saat membasuh anggota badan dalam wudhu.

Hal-hal yang bersifat makruh sebaiknya ditinggalkan saja, karena Allah Swt sama sekali tidak menyukainya.

4. Hukum Mubah

Arti Mubah adalah suatu perbuatan yang apabila kita kerjakan tidak mendapat pahala dan tidak berdosa apabila kita meninggalkannya. Lebih jelasnya, suatu hal yang mubah itu boleh saja kita kerjakan dan boleh kita tinggalkan, seperti makan dan minum.

5. Hukum Haram

Hukum Haram merupakan suatu perbuatan yang apabila kita tinggalkan mendapat pahala. Sebaliknya, apabila kita kerjakan akan mendapatkan dosa. Contohnya seperti berjudi, berzina, minum minuman keras, dan lain-lain.

Baca Juga: 3 Manfaat Minyak Kelapa Untuk Kesehatan Rambut Anda

Demikianlah penjelasan singkat mengenai pengertian hukum Wajib, Sunnah, Makruh, Mubah dan Haram.***

Halaman:

Editor: Egi Rahmadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

13 Adab Makan dan Minum Sesuai Anjuran Rasulullah SAW

Rabu, 21 Desember 2022 | 14:09 WIB

7 Alasan Mengapa Seks Bebas Diharamkan Dalam Islam

Sabtu, 17 Desember 2022 | 13:14 WIB

17 Keistimewaan Seorang Ibu Dalam Pandangan Islam

Selasa, 13 Desember 2022 | 19:04 WIB

Keutamaan dan Fadhilah Membaca Surat Yasin

Kamis, 8 Desember 2022 | 16:41 WIB
X