• Jumat, 9 Desember 2022

AS Tuding Aplikasi PeduliLindungi Memiliki Indikasi Melanggar HAM

- Sabtu, 16 April 2022 | 12:24 WIB

Tudepoin.com - AS tuding Aplikasi Pedulilindungi memiliki indikasi Melanggar HAM menurut Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat. Seperti kita tahu, aplikasi PeduliLindungi telah bertransformasi menjadi layanan mempermudah penelusuran, pelacakan, pemberian peringatan, pada kehidupan yang baru (new normal). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjawab tudingan "Tuduhan aplikasi melanggar hak asasi manusia (HAM) adalah sesuatu yang tidak mendasar," ujar Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. Aplikasi Pedulilindungi diluncurkan pertama kali pada Maret 2020 kini fitur dari aplikasi itu telah berhasil melakukan penyebaran Covid-19. Diketahui, Sepanjang tahun 2021-2022, aplikasi PeduliLindungi telah mencegah 3.733.067 orang dengan status merah (vaksinasi belum lengkap) memasuki ruang publik dan telah mencegah 538.659 upaya orang yang terinfeksi Covid-19 (status hitam) melakukan perjalanan domestik atau mengakses ruang publik tertutup.
Baca juga: Mahfud MD: Sabam Sirait Layak Jadi Pahlawan Nasional
Tudingan tersebut membuat para warganet ikut ramai mengomentari "Apa urusannya Amerika dg kebijakan Peduli Lindungi ya" salah satu tweet yang menanyakan alasan AS membuat tudingan tersebut. Menko Polhukam Mahfud Md beri tanggapan soal tudingan PeduliLindungi Memiliki Indikasi Melanggar HAM “Kita membuat program Peduli Lindungi justru untuk melindungi rakyat. Nyatanya kita berhasil mengatasi Covid-19 lebih baik dari AS,” Jumat (15/4/2022).
Baca juga: Pertalite Jadi Trending Topik di Twitter, Usai Harga Pertamax Naik
Dilansir dari artikel kemenkes yang menambahkan bahwa aspek keamanan sistem dan perlindungan data pribadi pada PeduliLindungi menjadi prioritas Kementerian Kesehatan. Seluruh fitur PeduliLindungi beroperasi dalam suatu kerangka kerja perlindungan dan keamanan data yang disebut Data Ownership and Stewardship.

Editor: Egi Rahmadi

Tags

Terkini

X