Pentagon mengumumkan bahwa Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, dan Menteri Pertahanan Tiongkok, Dong Quan, dijadwalkan bertemu pada acara tahunan Dialog Keamanan Shangri-La di Singapura yang berlangsung dari 31 Mei hingga 2 Juni. Pertemuan ini akan menjadi interaksi langsung pertama antara kedua pejabat tinggi pertahanan sejak Dong Quan diangkat sebagai Menteri Pertahanan Tiongkok pada Desember 2023.
Pada bulan April lalu, Menteri Pertahanan AS dan Tiongkok telah melakukan pertemuan daring, menandai kontak militer tingkat tinggi pertama antara kedua negara dalam lebih dari dua tahun. Pertemuan tatap muka ini berlangsung di tengah upaya kedua negara untuk membangun kembali hubungan militer yang sempat retak dan meredakan ketegangan yang memanas.
Sebelum pertemuan ini, Menteri Austin menekankan pentingnya menjaga jalur komunikasi terbuka antara militer kedua negara. Hal ini sejalan dengan komitmen militer yang disepakati oleh Presiden AS Joe Biden dan pemimpin Tiongkok Xi Jinping pada November 2023. Komitmen ini bertujuan untuk melanjutkan dialog militer guna menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan.
Meskipun Menteri Austin menegaskan pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, Dong Quan menyatakan bahwa Taiwan merupakan provinsi Tiongkok yang harus disatukan dengan daratan. Pernyataan ini menegaskan posisi tegas Tiongkok terkait Taiwan.
Pada 23 Mei, militer Tiongkok menggelar latihan militer besar-besaran di Selat Taiwan, yang disebut sebagai “hukuman” atas tindakan yang dianggap sebagai pemisahan diri oleh Taiwan. Latihan ini dilakukan beberapa hari setelah pelantikan Lai Ching-te sebagai pemimpin Taiwan.
Pada 25 Mei, Departemen Luar Negeri AS menyatakan kekhawatiran mendalam atas latihan militer Tiongkok di sekitar Taiwan dan meminta Beijing untuk menahan diri. Pernyataan ini mencerminkan keprihatinan AS terhadap meningkatnya ketegangan di kawasan.
Pentagon belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai pertemuan antara Menteri Pertahanan AS dan Tiongkok. Namun, diketahui bahwa kunjungan Menteri Austin ke Singapura dan kemudian ke Kamboja merupakan bagian dari upaya AS untuk memperkuat kemitraan ekonomi dan mendukung visi bersama tentang perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara.






